rss

Buku Fiqih tentang Wanita

Category : Buku Hadits & Fiqih

Dua Buku Fiqih Wanita Terlaris


Ada banyak buku fiqih tentang wanita, yang mengupas hukum-hukum agama yang terkait dengan wanita. Tapi ada dua judul yang menonjol di pasar buku Islam di Indonesia saat ini.

Yang pertama adalah: FIQIH WANITA, karya Syaikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah, yang diterbitkan oleh Pustaka al-Kautsar. Dan yang kedua adalah: SHAHIH FIQIH WANITA, karya Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, yang terbitkan oleh Penerbit Akbar.

Fiqih Wanita pertama kali terbit pada tahun 1998, lama menjadi buku paling best seller di Pustaka Al-Kautsar. Sampai hari ini tercatat sudah mengalami cetak ulang sampai ke-28 kali! Edisi terakhir buku yang tebalnya 740 halaman ini berharga resmi Rp 108.000,-

Sedangkan Shahih Fiqih Wanita merupakan buku baru, terbit tahun lalu (2010). Buku karya ulama besar Syeikh Muhammad Shalih al-Utsaimin ini langsung laris di pasaran, terutama di kalangan kaum salafi. Cetakan pertama buku ini cepat ludes di pasaran, yang disusul dengan cetakan kedua. Buku ini dijual dengan harga: Rp 95.000,-

Ibnu Atha’illah

Category : Ahli Fiqih, Penulis Klasik Luar Indonesia, Tasawuf

Syekh Ibnu Atha’illah, Penulis Kitab Al-Hikam


Nama lengkapnya adalah Syekh Ahmad ibnu Muhammad Ibnu Atha’illah as-Sakandari. Ia lahir di Iskandariah (Mesir) pada 648 H/1250 M, dan meninggal di Kairo pada 1309 M. Julukan al-Iskandari atau as-Sakandari merujuk kota kelahirannya itu.

Sejak kecil, Ibnu Atha’illah dikenal gemar belajar. Ia menimba ilmu dari beberapa syekh secara bertahap. Gurunya yang paling dekat adalah Abu al-Abbas Ahmad ibnu Ali al-Anshari al-Mursi, murid dari Abu al-Hasan al-Syadzili, pendiri tarikat Al-Syadzili. Dalam bidang fiqih ia menganut dan menguasai Mazhab Maliki, sedangkan di bidang tasawuf ia termasuk pengikut sekaligus tokoh tarikat Al-Syadzili.

Ibnu Atha’illah tergolong ulama yang produktif. Tak kurang dari 20 karya yang pernah dihasilkannya. Meliputi bidang tasawuf, tafsir, aqidah, hadits, nahwu, dan ushul fiqh. Dari beberapa karyanya itu yang paling terkenal adalah Kitab Al-Hikam. Buku ini disebut-sebut sebagai magnum opus-nya. Kitab itu sudah beberapa kali di-syarah, antara lain oleh Muhammad bin Ibrahim ibnu Ibad ar-Rasyid-Rundi, Syaikh Ahmad Zarruq, dan Ahmad ibnu Ajiba.

Beberapa kitab lainnya yang ditulis olehnya adalah Al-Tanwir fi Isqath al-Tadbir, Unwan at-Taufiq fi’dab al-Thariq, Miftah al-Falah dan Al-Qaul al-Mujarrad fil al-Ism al-Mufrad. Yang terakhir ini merupakan tanggapan terhadap Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah mengenai persoalan tauhid.
Contunue Reading

Ath-Thabari

Category : Ahli Hadits, Ahli Sejarah, Ahli Tafsir, Penulis Buku, Penulis Klasik Luar Indonesia

IBNU JARIR ATH-THABARI,

Induk Para Ahli Tafsir


Memahami Al-Qur’an, teks yang berisi firman Allah, tak jarang memerlukan sebuah tafsir. Melalui tafsir kita mampu memahami apa yang dimaksud Allah dalam firman-Nya itu. Tak heran jika di kalangan umat Islam bermunculan ahli tafsir dengan beragam karyanya. Melalui karya para ahli tafsir Al-Qur’an itu, masyarakat awam mampu memahami isi Al-Qur’an.

Salah satu ahli tafsir yang sangat berjasa ialah Ibnu Jarir ath-Thabari. Nama lengkapnya: Abu Ja’far Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib ath-Thabari. Ia lahir di Thabaristan, daerah pegunungan Persia pada 224 H.

Perintis Sejarah Islam

Kecermelangan otak ath-Thabari tercermin dari kegemarannya terhadap ilmu sejak ia masih belia. Pada saat berusia 8 tahun, ia sudah dipercaya menjadi imam bagi orang-orang dewasa. Bahkan, setahun kemudian ia menuliskan banyak hadits.

Ketika beranjak dewasa, rasa dahaganya akan ilmu telah mengantar ath-Thabari pada jalan pengembaraan ke berbagai kota pusat ilmu. Ia mengembara ke Baghdad, Wasit, Bashra, Kufah, Fustat, Syria, dan Mesir.
Contunue Reading

IMAM BUKHARI

1

Category : Ahli Hadits, Penulis Klasik Luar Indonesia

Biografi Singkat Imam Bukhari


Kelahiran dan Masa Kecil Imam Bukhari

Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara (sekarang di negara Uzbekistan), di kawasan Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fiy al-Bukhari, namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari. Beliau lahir pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Kakeknya bernama Bardizbeh, keturunan Persia yang masih beragama Zoroaster. Tapi ayahnya, Mughirah, telah memeluk Islam di bawah asuhan Al-Yaman el-Ja’fiy.

Sebenarnya masa kecil Imam Bukhari penuh dengan keprihatinan. Di samping menjadi anak yatim, juga tidak dapat melihat karena buta (tidak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya tersebut). Ibunya senantiasa berusaha dan berdoa untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun matanya sembuh secara total.

Imam Bukhari adalah ahli hadits termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal ilmu hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.

Tempat beliau lahir kini masuk wilayah negara Uzbekistan, yang waktu itu memang menjadi pusat kebudayaan ilmu pengetahuan Islam sesudah Madinah, Damaskus dan Baghdad. Daerah itu pula yang telah melahirkan filosof-filosof besar seperti al-Farabi dan Ibnu Sina. Bahkan ulama-ulama besar seperti Zamachsari, al-Durjani, al-Biruni dan lain-lain, juga dilahirkan di Asia Tengah.
Contunue Reading