<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog CORDOVA Bookstore Online &#187; ibnu qayyim</title>
	<atom:link href="http://cordova-bookstore.com/blog/tag/ibnu-qayyim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cordova-bookstore.com/blog</link>
	<description>www.cordova-bookstore.com</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Oct 2011 14:45:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>IBNU QAYYIM</title>
		<link>http://cordova-bookstore.com/blog/ibnu-qayyim/</link>
		<comments>http://cordova-bookstore.com/blog/ibnu-qayyim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Jan 2011 03:33:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cordova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahli Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Penulis Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Penulis Klasik Luar Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu qayyim]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu qayyim al jauziyah]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu qoyyim]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu qoyyim al jauziyah]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu qoyyim al jawziyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-bookstore.com/blog/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah Ibnu Qayyim lahir pada 7 Safar 691 H (4 Februari 1292 M) di desa Izra di Hauran, dekat kota Damaskus (Syria).  Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Syamsuddin Muhammad bin Abu Bakar bin Ayyoub bin Sa’ad al-Zar’i al-Dimasyqi al-Hanbali. Ibnu Qayyim al-Jauziyah memiliki keahlian di banyak bidang ilmu. Ia dikenal ahli dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b></b></p>
<h1><span style="color: #0000ff;">Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah</span></h1>
<p><strong></strong><br />
<strong><a title="ibnu qayyim" href="http://www.cordova-bookstore.com/penulisbuku/ibnuqayyim.htm">Ibnu Qayyim</a></strong> lahir pada 7 Safar 691 H (4 Februari 1292 M) di desa Izra di Hauran, dekat kota Damaskus (Syria).  Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Syamsuddin Muhammad bin Abu Bakar bin Ayyoub bin Sa’ad al-Zar’i al-Dimasyqi al-Hanbali.</p>
<p><strong><a title="ibnu qayyim al-jauziyah" href="http://cordova-bookstore.com/blog/ibnu-qayyim/">Ibnu Qayyim al-Jauziyah</a></strong> memiliki keahlian di banyak bidang ilmu. Ia dikenal ahli dalam bidang <a title="buku tafsir" href="http://www.cordova-bookstore.com/bukutafsir.htm">tafsir Al-Qur’an</a>, <a title="buku hadits" href="http://www.cordova-bookstore.com/bukuhadits.htm">hadits</a>, ilmu kalam, fiqih dan usul fiqih, tapi juga ahli di bidang astronomi, kimia, psikologi, dan filsafat. Tapi lewat berbagai karyanya yang amat banyak, ia kemudian lebih diakui sebagai ‘ahli penyakit hati’ dan ilmu hadits-fiqih.</p>
<p>Gurunya yang pertama adalah ayahnya sendiri, yaitu Abu Bakar, yang mengajarkan ushuluddin (studi dasar-dasar agama).  Ia juga belajar pada Shihaab al-’Abir, Taqiyyuddin Sulaiman, Safiyyuddin al-Hindi, Ismail bin Muhammad al-Harrani dan lainnya. Namun gurunya yang paling terkenal adalah Syaikhul-lslam Ibnu Taimiyah (661-728 H / 1263-1328 M). Ibnu Qayyim menemani dan belajar dari Ibnu Taimiyah selama enam tahun, sampai guru besarnya itu meninggal di dalam penjara akibat fitnah orang-orang yang tidak suka dengan pemahamannya.<span id="more-45"></span></p>
<p>Ia juga menekuni tasawuf. Bidang inilah yang membedakannya dengan Ibnu Taimiyah yang bermazhab Hambali. Menurut Ibnu Katsir, salah seorang muridnya, Ibnu Qayyim senang beribadat dan peribadinya disukai masyarakat. “Aku tidak pernah melihat pada zaman kami ini, orang yang kuat beribadat seperti Ibnu Qayyim. Apabila sembahyang, sembahyangnya begitu lama. Beliau memanjang rukuknya dan juga sujudnya,” katanya.</p>
<p>Menurut peneliti Islam Dr. Iwadullah Jad Hijazi, karya Ibnu Qayyim dalam ilmu pengetahuan dan agama berjumlah 66 buah. Dalam bidang tafsir, Ibnu Qayyim menulis Kitab <em>al’Tibyan fi Iqsam Al’Qur’an</em>, <em>Tafsir al-Muuawwizatayn</em>, dan Tafsir Surah al-Fatihah yang terdapat dalam kitabnya <em>Madarij al-Salikin</em>.</p>
<p>Dalam bidang hadits, Ibnu Qayyim menulis <em>Tahdhib al-Siman</em> karya Abu Dawud, <em>al-Wabilal Sayyab min al-Kalam al-Tayyib</em> dan sebagainya.</p>
<p>Dalam fiqh dan ushul fiqh menyumbangkan karya kitab <em>Ilam al-Muwaqqi’in ‘an Rabb al-’Alarum</em>, <em>Al-Fawa’id li Ibn Qayyim</em>, <em>Al-Turuq al-Hukmiyyah fi al-Siyysah al-Shar’iyyah</em>, <em>Zaadul Ma&#8217;ad</em> dan lainnya. Sedangkan di bidang tasawuf (tazkiyatun nafs), ia menulis <em>Madarij al-Salikin</em>, <em><a title="taman para pecinta resensi" href="http://resensi.cordova-bookstore.com/taman-para-pecinta/">Rawdah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Mushtaqin</a></em>, <em>Kitab al-Ruh</em>, <em>Hadi al-Arwah ila Bilad al-Afrah</em>, <em>Miftah dar al-Sa’adah</em>, dan lain-lain.</p>
<p>Ia juga menulis beberapa kitab dalam bidang ilmu kalam, filsafat, dan sejarah.</p>
<p>Sebagian buku-bukunya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan beredar luas di seluruh negeri ini.  Misalnya yang terkenal adalah: Madarijus Salikin, ROH, Asmaul Husna, dan Zaadul Ma&#8217;ad (Pustaka Al-Kautsar); <a title="tuntunan shalat rasulullah" href="http://www.cordova-bookstore.com/akbar/tuntunanshalat.htm">Tuntunan Shalat Rasulullah</a>, Bekal Hidup Muslim (Ringkasan Zaadul Ma&#8217;ad), Kesesatan Ramalan Bintang, Kunci Kebahagiaan, Tafsir Muawwadzatain, dan Mencapai Kesempurnaan (AKBAR Media); <a title="taman para pecinta" href="http://www.cordova-bookstore.com/khat/taman_parapecinta.htm">Taman Para Pecinta</a> (<a href="http://www.khatulistiwapress.com">Khatulistiwa Press</a>);  Penawar Hati yang Sakit (Gema Insani; Qadha dan Qadar, Shalawat Nabi, Sabar, dan Rahasia Dibalik Shalat (Pustaka Azzam).</p>
<p>Dalam hidupnya, Ibnu Qayyim sangat menekankan prinsip, bahwa hidup di dunia ini merupakan ujian dan cobaan dari Allah Ta’ala. Menurutnya, ujian yang dikenakan ke manusia itu pada dasarnya anugerah Allah, sebab dengan ujian dan anugerah itulah Allah Ta’ala menampakkan kasih sayang-Nya.</p>
<p>Karena sikapnya yang kritis, pemerintah memenjarakan Ibnu Qayyim bersama gurunya, Ibnu Taimiyah. Ia juga dihina dan diarak berkeliling serta didera dengan cambuk di atas seekor onta. Setelah gurunya wafat, barulah Ibnu Qayyim dilepaskan.</p>
<p>Meski sudah dilepas, tapi ia tetap kritis dan berpegang pada ijtihad serta menjauhi taqlid. Ia mengambil<em> istinbath</em> hukum berdasarkan petunjuk Al-Quran, Sunnah Nabawiyah, dan fatwa-fatwa shahih para sahabat. Karena itu, tak heran bila banyak tokoh-tokoh ternama pernah menjadi muridnya. Di antaranya, anaknya sendiri yang bernama Syarafuddin Abdullah dan Ibrahim, juga Ibnu Katsir ad-Dimasyqi dan Ibnu Rajab al-Hambali al-Baghdadi.</p>
<p>Ia meninggal di usia 60 tahun, tepatnya pada malam 13 Rajab 751 H (23 September 1350), dan dimakamkan di sebelah makam ayahnya di Pemakaman Al-Bab as-Saghir (Damaskus).*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-bookstore.com/blog/ibnu-qayyim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

