<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CORDOVA Bookstore Online &#187; tafsir tabari</title>
	<atom:link href="http://cordova-bookstore.com/blog/tag/tafsir-tabari/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cordova-bookstore.com/blog</link>
	<description>Bursa Buku dan VCD Islami</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 09:24:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>TAFSIR ATH-THABARI</title>
		<link>http://cordova-bookstore.com/blog/tafsir-ath-thabari/</link>
		<comments>http://cordova-bookstore.com/blog/tafsir-ath-thabari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 16:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mansyur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsir Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[buku tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu jarir]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir ath thabari]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir tabari]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir thabari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-bookstore.com/blog/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[
Tafsir Ath-Thabari
Oleh: Imam Muhammad ibnu Jarir ath-Thabari
Terdiri dari: 26 jilid;  Hard cover
Penerbit: Pustaka Azzam
Tafsir Ath-Thabari adalah kitab tafsir Al-Qur&#8217;an paling lengkap,  		paling tua, dan paling populer di kalangan ulama dan pencari ilmu.  		Ditulis oleh Imam Muhammad (Abu Ja&#8217;far) bin Jarir ath-Thabari (838 &#8211; 923  		M), ulama asal Tabaristan (Persia). Karya ini aslinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">
<div id="attachment_47" class="wp-caption alignleft" style="width: 110px"><a href="http://www.cordova-bookstore.com/azzam/thabari.htm"><img class="size-full wp-image-47" title="thabari1" src="http://cordova-bookstore.com/blog/wp-content/uploads/2010/03/thabari1.jpg" alt="Tafsir Ath-Thabari" width="100" height="166" /></a><p class="wp-caption-text">Tafsir Ath-Thabari</p></div>
<h1><span style="color: #0000ff;">Tafsir Ath-Thabari</span></h1>
<p align="left">Oleh: <strong>Imam Muhammad ibnu Jarir ath-Thabari</strong></p>
<p align="left">Terdiri dari: 26 jilid;  Hard cover</p>
<p align="left">Penerbit: Pustaka Azzam</p>
<p align="left"><strong><a title="tafsir ath thabari" href="http://cordova-bookstore.com/blog/tafsir-ath-thabari/">Tafsir Ath-Thabari</a></strong> adalah kitab tafsir Al-Qur&#8217;an paling lengkap,  		paling tua, dan paling populer di kalangan ulama dan pencari ilmu.  		Ditulis oleh Imam Muhammad (Abu Ja&#8217;far) bin Jarir ath-Thabari (838 &#8211; 923  		M), ulama asal Tabaristan (Persia). Karya ini aslinya berjudul <strong><em>Jami al-bayan  		an ta&#8217;wil ay al-Qur&#8217;an</em></strong>, namun lebih populer sebagai <a title="tafsir ath thabari" href="http://www.cordova-bookstore.com/azzam/thabari.htm" target="_blank"><strong>Tafsir Ath-Thabari</strong></a>.<span id="more-46"></span></p>
<p align="left">Tafsir ini sangat panjang, awalnya terdiri  		dari 30 juz besar. Namun kemudian di edit ulang oleh penulisnya (ath-Thabari),  		dimana seluruhnya membutuhkan 3000 lembar kertas. Ini sekaligus  		menunjukkan keluasan ilmu sang <em>mufassir</em>. Maka tidaklah heran bila  		kitab ini menjadi rujukan utama kalangan ahli tafsir kemudian, seperti  		<a title="tafsir ibnu katsir" href="http://www.cordova-bookstore.com/tafsiribnukatsir.htm" target="_blank">Imam Ibnu Katsir</a>, Imam as-Suyuthi dan al-Baghawi.</p>
<p align="left"><a title="tafsir ath thabari" href="http://www.cordova-bookstore.com/azzam/thabari.htm" target="_blank"><strong>Tafsir Ath-Thabari</strong></a> memuat <em>istinbath</em> (pengambilan hukum),  		menyampaikan perbedaan pendapat yang ada di kalangan ulama, dan memilih  		pendapat mana yang lebih kuat di antara pendapat-pendapat itu dengan  		sisi pandang yang didasarkan kepada logika dan pembahasan <em>nash</em> ilmiah yang teliti.</p>
<p>Imam Suyuthi dalam <strong><em>Al-Itqan</em></strong> mengatakan, &#8220;Ia adalah tafsir  		yang paling baik dan besar, memuat pendapat-pendapat para ulama, dan  		sekaligus menguatkan pendapat-pendapat itu, dan memuat uraian nahwu  		serta <em>istinbath</em> hukum. Dengan kelebihannya itu, ia menempati  		kualitas teratas dari kitab-kitab tafsir sebelumnya.&#8221;</p>
<p>Sedang Imam an-Nawawi berkata, &#8220;Umat Islam sepakat bahwa tidak ada  		seorangpun yang menulis tafsir sekaliber Tafsir Ath-Thabari.&#8221;</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkomentar, &#8220;Adapun dari tafsir-tafsir  		yang ada di tangan manusia, yang paling baik adalah tafsir Ibnu Jarir  		Ath-Thabari. Ini karena ia menyebutkan ucapan-ucapan para salaf dengan  		sanad-sanad yang kokoh, tidak menukil kebid’ahan, dan tidak menukil dari  		orang-orang yang diragukan agamanya.&#8221; (Fatawa Ibnu Taimiyah, 2/192).  		Banyak pujian juga datang dari para ulama lainnya.</p>
<p>Jadi, <a title="tafsir thabari" href="http://www.cordova-bookstore.com/blog/tafsir-ath-thabari/">Tafsir Ath-Thabari</a> bisa dikatakan sebagai tafsir pertama dilihat  		dari waktu penulisan dan penyusunan keilmuannya. Karena kitab tesebut  		merupakan tafsir pertama yang sampai pada kita di saat tafsir-tafsir  		yang mendahuluinya telah lenyap ditelan perputaran jaman sehingga tidak  		sampai ke tangan kita. Adapun dilihat dari sisi penyusunan keilmuannya,  		maka ia tafsir yang memiliki ciri khas yang ditemukan oleh penulisnya  		yang kemudian ia tempuh sebagai metode tersendiri hingga ia persembahkan  		kepada umat manusia sebagai karya yang agung.</p>
<p>Dalam menafsirkan ayat-ayat, <strong> <a href="file:///D:/SITUS%20CBO%20Baru/azzam/thabari.htm"> Ibnu Jarir ath-Thabari</a></strong> menolak  		bersandar pada logika semata. Ia umumnya menuliskan riwayat-riwayat  		beserta sanadnya yang sampai shahabat atau <em>tabi’in</em>, dengan  		memperhatikan ijma’ Ulama dan mengindahkan perbedaan pendapat bacaan  		ayat-ayat. Ia juga merujuk kepada bahasa Arab asli dalam menafsirkan  		kata dalam satu ayat yang kurang jelas.*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-bookstore.com/blog/tafsir-ath-thabari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
