CORDOVA Bookstore Online

Telp.: 021-8004760; 0813-15942235; 081932846643

Whats App: 0813-15942235; 081932846643

Pin BB: 5851EFF1                                                            

                                                                            

                   
 
 

PENULIS:

 

M. SEMBODO

 
Kembali ke Halaman Depan Cara Pembelian

 

 

PATER BEEK, Freemason dan CIA

Oleh: M. Sembodo

 

 

   

   Penerbit: Galan

   Isi:   hal.  14 X 21 cm.  Soft cover

   Berat: 400 gram

 

   Harga :  Rp 55.000,-

 

   Ongkos kirim Jabodetabek: Rp 9.000,- (TIKI / JNE).

   Wilayah lain konfirmasi dulu  

 

 

 

 

SINOPSIS:

 

Ini adalah buku pertama yang mengupas keterlibatan seorang agen CIA dan Freemason dalam pengkerdilan umat Islam di Indonesia pada masa orde
baru.

PATER BEEK, seorang agen CIA dan Freemason (organisasi bawah tanah
Yahudi) berkebangsaan Belanda mendarat di Jakarta pada tahun 1955. Ia
mendapatkan tugas penting dan tidak main-main: mengkudeta Soekarno dan
menghancurkan Komunis. Guna menjalankan misinya, ia mendekati beberapa
perwira Angkatan Darat dan aktivis mahasiswa.

Pecahnya peristiwa G 30 S tidak disia-siakan oleh Pater Beek. Secepat
kilat ia menggalang demonstrasi-demonstrasi mahasiswa besar-besaran di
seluruh Jakarta. Kekuasaan Soekarno pun limbung. Soeharto, salah satu
bidak sang agen, mulai merangkak naik ke singgasana kekuasaan. Lewat
tangan Soeharto, Pater Beek mulai menghancurkan kekuatan Komunis. Lima
ribu nama orang-orang Komunis ia serahkan kepada Soeharto untuk
dihabisi. Narasi kelam dalam sejarah Indonesia pun dimulai.

Setelah Soekarno tumbang dan Komunis dihancurkan, Pater Beek mencari
sasaran baru. Sasaran baru itu umat Islam. Lewat orang-orang
kepercayaannya, Pater Beek mengobrak-abrik kehidupan politik umat Islam
Indonesia. Tujuan Pater Beek untuk memojokkan dan mengkerdilkan umat
Islam pun tercapai. Tak mengherankan kalau hampir selama 30 tahun umat
Islam yang jumlahnya mayoritas menjadi paria di negeri sendiri.


***
 

"Beek menyelenggarakan kursus-kursus satu bulanan secara reguler, bagi
mahasiswa, aktivis, maupun kaum muda pedesaan." (Richard Tanter)

"Setelah komunis dihancurkan oleh tentara, Beek melihat ada dua ancaman
(setan) yang dihadapi kaum Katolik di Indonesia. Kedua ancaman sama-
sama berwarna hijau: Islam dan tentara. Tapi Beek yakin, tentara adalah
ancaman yang lebih kecil (lesser evil) dibanding Islam yang dilihatnya
sebagai setan besar." (Dr. George J. Aditjondro)
 

 

BUKU LAIN:

 

KONFLIK DAN INTEGRASI TNI AD  (Mayjen Purn. Kivlan Zein)

POLITIK HURU-HARA 1998 (Fadli Zon)

 

 

 

 

Madu Sidr Hadramaut

Madu Arab terbaik!

100 % asli!

 

 

 

 

Kembali ke Halaman Muka