CORDOVA Bookstore Online

Email: info@cordova-bookstore.com 

Telp.: 021-8004760; 0813-15942235; 081932846643; 085718769656   

Whats App: 081932846643; 085718769656

  5275F344 & 2A9252EF                                                                                                                                                                                                                                                  

 

PENULIS:

 

HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY: Novelis, Sarjana Al-Azhar University, Cairo (Mesir).

 

Ia dikenal secara luas sebagai dai, novelis, dan penyair.

 

Beberapa penghargaan bergengsi berhasil diraihnya, antara lain Pena Award 2005, The Most Favorite Book and Writer 2005, dan IBF Award 2006.

 

Tak jarang ia diundang untuk berbicara di forum-forum nasional maupun internasional, baik dalam kapasitasnya sebagai dai, novelis, dan penyair. Seperti di Cairo, Kuala Lumpur, Hongkong, dan lain-lain. Karya-karyanya selalu dinanti khalayak karena dinilai membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi.

 

Di antara karya-karyanya yang telah beredar di pasar adalah Ayat-Ayat Cinta (novel fenomenal, 2004), Pesona Cleopatra (novelet, 2004), Di Atas Sajadah Cinta (kumpulan kisah teladan yang telah disentronkan Trans TV, 2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (kumpulan kisah teladan, 2005), Dalam Mihrab Cinta (novelet, 2007), dan Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2 (novel dwilogi pembangun jiwa).

 

Karyanya yang siap dirampungkan: Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerusalem.

 

 

 

  Halaman Muka Cara Pembelian    

KARYA

HABIBURRAHMAN

EL-SHIRAZY:

 

* Ayat-Ayat Cinta

 

* Pesona Cleopatra

 

* Di Atas Sajadah Cinta

 

* Ketika Cinta Berbuah Surga

 

* Dalam Mihrab Cinta

 

* Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2

 

 

 

 

 

 

 

 

API TAUHID 

 

Cahaya Keagungan Cinta Sang Mujaddid

 

Novel Sejarah Pembangun Jiwa

 

Penulis: Habiburrahman El Shirazy

 

 (Novelis, Sarjana Al Azhar University, Kairo, penulis novel

  super best seller Ayat-Ayat Cinta)

 

 

  Penerbit: Republika (2014)

  Isi: 573 hal. Soft cover.

  Ukuran: 13,5 x 20,5 cm; Berat: 500 gram 

  Harga resmi: 79.000,- 

  Harga di C0RD0VA: Rp 63.200,-  (Hemat  20%)

 

  Ongkos Kirim Rp 8.000,- untuk seluruh

  Jabodetabek (JNE) . Wilayah lain konfirmasi

 

  BELI, klik

 

 

 

SINOPSIS:

 

Ini adalah novel roman dan sejarah. Novel roman yang bercerita seputar perjuangan anak muda asal Lumajang, Jawa Timur, yang bernama Fahmi. Ia dan beberapa rekannya seperti Ali, Hamza, dan Subki, menuntut ilmu di Universitas Islam Madinah.

Dalam perjalanannya, Fahmi harus menghadapi situasi yang cukup pelik, dalam urusan rumah tangga. Fahmi pun galau. Semua persoalan yang dialaminya itu, tak pernah ia ungkapkan dengan teman-temannya.

Kegalauannya itu ia tumpahkan dengan cara beri’tikaf di Masjid Nabawi, Madinah, selama 40 hari untuk mengkhatamkan hafalan Al-Qur`an sebanyak 40 kali. Sayangnya, upayanya itu hanya mampu dijalani selama 12 hari. Memasuki hari-hari berikutnya, Fahmi pingsan. Ia tak sadarkan diri, hingga harus dibawa ke rumah sakit.

Sahabat-sahabatnya khawatir dengan kondisinya yang pemurung dan tidak seceria dulu. Hamza, temannya yang berasal dari Turki, mengajak Fahmi untuk berlibur ke Turki. Hamza berharap, Fahmi bisa melupakan masa-masa galaunya selama di Turki nanti.

Untuk itulah, Hamza mengajak Fahmi menelusuri jejak perjuangan Said Nursi, seorang ulama besar asal Desa Nurs. Ulama terkemuka ini, dikenal memiliki reputasi yang mengagumkan.

Syaikh Said Nursi, sudah mampu menghafal 80 kitab karya ulama klasik pada saat usianya baru menginjak 15 tahun. Tak hanya itu, Said Nursi hanya membutuhkan waktu dua hari untuk menghafal Al-Qur`an. Sungguh mengagumkan. Karena kemampuannya itu, sang guru, Muhammed Emin Efendi memberinya julukan ‘Badiuzzaman’ (Keajaiban Zaman).

Keistimewaan Said Nursi, membuat iri teman-teman dan saudaranya. Ia pun dimusuhi. Namun, Said Nursi pantang menyerah. Semua diladeni dengan berani dan lapang dada. Tak cuma itu, rekan-rekan dan saudara-saudaranya yang iri dan cemburu akan kemampuannya, para ulama besar pun merasa terancam. Keberadaan Said Nursi membuat umat berpaling. Mereka mengidolakan Said Nursi.

Pemerintah Turki pun merasa khawatir. Sebab, Said Nursi selalu mampu menghadapi tantangan dari orang-orang yang memusuhinya. Ia selalu mengalahkan mereka dalam berdebat.

Tak kurang akal, pejabat pemerintah pun diam-diam berusaha menyingkirkannya. Baik dengan cara mengusirnya ke daerah terpencil, maupun memenjarakannya. Ia pun harus berhadapan dengan Sultan Hamid II hingga Mustafa Kemal Attaturk, pada masa awal Perang Dunia I.

Selama 25 tahun berada di penjara, Said Nursi bukannya bersedih, ia malah bangga. Karena disitulah, ia menemukan cahaya abadi ilahi. Ia menemukan Api Tauhid. Dan melalui pengajian-pengajian yang diajarkannya, baik di masjid maupun di penjara, murid-muridnya selalu menyebarluaskannya kepada khalayak. Baik dengan cara menulis ulang pesan-pesan Said Nursi, maupun memperbanyak risalah dakwahnya. Murid-muridnya berhasil merangkum pesan dakwah Said Nursi itu dengan judul Risalah Nur. Murid-muridnya tidak ingin, Api Tauhid yang dikobarkan Said Nursi berakhir.

Bagaimana dengan Fahmi? Perjalanan ke Turki membawa Fahmi berkenalan dengan gadis setempat, Emel, adik Hamza, dan Aysel, saudara sepupu Hamza. Kemampuan Fahmi dalam menyikapi segala sesuatu, membuat Aysel jatuh hati. Aysel menyatakan cintanya pada Fahmi.

Bagaimana dengan Emel? Lalu bagaimana kisah cinta Fahmi dengan Nuzula? Semuanya ada dalam buku Api Tauhid, karya Habiburrahman El-Shirazy, novelis nomor satu di Indonesia, ini

 

***

 

 

Kembali ke Halaman Muka